Sehat = Gizi Seimbang

Berita ini diambil dari Koran Malang Post, edisi Selasa 26 Januari 2010

Judul Rubrik

25 Januari, is that means something to you?. Eh, memang ada apa ya?

Tanggal itu diperingati sebagai Hari Gizi. Kurang populer sih dibanding hari-hari bersejarah yang kita peringati lainnya. Meskipun begitu, lumayan lah ada sekitar 60% sahabat Xpresi yang mengetahui ‘keberadaan’ Hari Gizi.

Sakanatuz Zulfah, siswi SMPN 6 Malang, adalah salah satu sahabat Xpresi yang cukup punya perhatian lebih terhadap urusan gizi. “Waktu itu di sekolahku ada konsultasi kesehatan gratis, nah acara itu diadakan sebagai bentuk perayaan hari giz, selain juga merupakan kegiatan rutin sekolahku,” papar cewek yang menggemari D’Masiv dan Geisha ini.

Penyuka pelajaran matematika ini menambahkan, kesehatan itu mahal harganya. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah melalui
asupan gizi yang baik dan seimbang. “Jangan sampai menyepelehkan gizi, karena juga bisa membuat kita terlihat tua sebelum waktunya.
Nggak mau kan?,” tandasya.

Mana yang paling sering kamu konsumsi setiap harinya?
a. Makanan yang disediakan di rumah    (70%)
b. Junkfood       (0%)
c. Makanan ringan (Snack)      (20%)
d. Buah    (10%)

Tahu nggak kapan hari Gizi dan Makanan?
a. Tahu donk   (40%)
b. Nggak tahu tuh   (60%)

Karena itu pula, Zulfah mengaku cukup prihatin dengan mereka yang masih menganut paham ‘asal kenyang’ dan tidak memperhatikan asupan gizi
dari makanan yang disantap. “Kasian aja, ‘padahal makanan bergizi kan nggak harus mahal. Kenapa juga masih makan yang asal kenyang. Padahal
kenyang juga nggak berarti sehat,” tuturnya.

Sementara itu, meski mengaku memperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh, ternyata sebagian besar sahabat Xpresi menggunakan metode
‘kira-kira’ untuk menentukan jumlahnya. Loh, kok?

Ngomongin soal gizi, seberapa besar kamu memperhatikan asupan gizi kamu?
a. Perhatian banget dech. Harus tahu jumlah kalori, karbohidrat, lemak, protein dan zat gizi lain yang masuk ke tubuh    (20%)
b. Kira-kira aja    (70%)
c. Nggak lah, yang penting kenyang     (10%)

Helen Novitri

Seperti yang dilakukan Indra Citra Ekaningtyas, siswa SMPN 6. Cewek yang suka makan makanan manis ini nggak terlalu menghitung apa saja gizi
yang sudah masuk ke tubuhnya. “Dihitung sampai detail sih enggak, tapi ya tetep mikir, kira-kira karbohidrat usah masuk apa belum, proteinnya
gimana, udah minum vitamin apa belum, gitu deh pokoknya,” ujarnya.

Walaupun demikian Citra mengatakan jika mengatur gizi itu, penting dilakukan. “Ada sih temenku yang sering jatuh sakit, gara-gara gizinya kurang
terpenuhi. Bukan karena dia nggak mampu untuk makan makanan bergizi, tapi emang dia sendiri yang kurang perhatian dan lebih doyan sama snack,”
cerita cewek yang hobi nyanyi ini.

Rachma Amalia F, siswa SMPN 7 juga memilih mengatur gizi apa saja yang dibutuhkan badannya, “Gizi itu memang penting. Tapi kalau berlebihan jadi
bumerang untuk kita juga kan?,” kata penggemar Ungu ini.

Ia mencontohkan, jika terlalu kelebihan karbohidrat bukannya tambah sehat tapi bisa terkena diabetes mellitus. “Ya pokoknya seimbang lah, antara
semua gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita,” tandasnya (*/han)

Pilih Buah sebagai Snack Sehat

PENGIN tahu makanan apa yang sering dikonsumsi para sahabat Xpresi setiap harinya? Menurut hasil polling, sebanyak 70% mengaku lebih suka menghabiskan makanan yang disediakan di rumah. Makanan ringan ada di urutan kedua (20%), sedangkan 10% sisanya mengaku lebih suka mengkonsumsi buah.

Salah satu sahabat Xpresi yang termasuk pecinta masakan mama adalah Helnida Anggun, siswi SMPN 1 Malang. “Ada makanan di rumah yang enak dan dijamin sehat, kenapa harus makan di luar atau cari makan yang lain?,” kata cewek yang ngefans banget sama Five Minutes ini.

Ninied, panggilan akrab Helnida Anggun menyatakan ada satu pengalaman yang membuat dia menjadi lebih memperhatikan gizi dan nutrisinya. “Saudaraku ada yang pernah terkena gizi buruk. Itu karena dia nggak begitu memperhatikan makanannya,” katanya lagi.

Apa pendapat kamu terhadap orang yang nggak memperhatikan asupan gizinya?
a. Berarti dia nggak care sama kesehatan dia    (80%)
b. Biasa aja tuh     (10%)
c. Nggak peduli. Terserah orang masing-masing  (10%)

Karena tak mau bernasib seperti saudaranya itu, Ninied bener-bener memperhatikan makanan, baik pola makan maupun yang dimakan. Setuju, Nied!

Erizka N. L, siswi SMAN 4 Malang juga tak jauh beda dengan Ninied. Anak pertama dari dua bersaudara ini lebih memilih masakan rumahan sebagai bahan konsumsinya sehari-hari. Kadang dia juga memasukkan buah sebagai daftar wajib yang harus dimakan. “Aku menyebut buah itu sebagai snack sehat. Selain enak, buah juga merupakan antioksidan loh. Bisa mencegah kanker,” tutur cewek yang hobi makan makanan pedas ini.

Jalilah Isma, dari SMP Muhammadiyah II Malang punya jawaban berbeda. “Menurutku snack lebih enak. Hehe,” kata Lila, panggilan akrabnya.

Ternyata sahabat Xpresi sudah nggak perlu diragukan lagi kepintarannya. Dari hasil polling, nggak ada tuh, yang doyan junkfood, “Bukan berarti nggak suka junkfood sih, tapi kalo keseringan ya eneg juga,” kata Lila.

Tapi emang bener lho, kebanyakan makan junkfood nggak cuman bikin eneg, tapi juga bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius. (*/han)