Berita ini diambil dari Koran Malang Post, edisi Jumat 22 Januari 2010

![]()
SALAH satu bagian acara dalam Open House yang diadakan SMAN 10 adalah Olimpiade Matematika yang diikuti sekitar 200 siswa dan siswi SMP se-Jawa Timur, antara lain dari Banyuwangi, Malang, Probolinggo dan kota-kota lainnya. Jika ditotal terdapat lebih dari 31 SMP se-Jawa Timur yang mengikuti ajang cerdas ini.
Tahapan-tahapan dari olimpiade ini tidak terlalu berbeda dengan olimpiade atau ajang serupa pada umumnya. Di tahap awal, peserta mengikuti tes dengan 15 soal essai yang akan dikoreksi dua kali. Menurut Evi Susilowati, siswi penanggung jawab Olimpiade Matematika, koreksi dilakukan dua kali untuk mendapatkan hasil yang valid.
“Memang sih, sedikit lebih repot. Namun demi mendapat hasil yang benar benar valid, cara ini cukup penting untuk dilakukan,” kata Evi.
Setelah dilakukan tes tahap awal, peserta akan disaring menjadi sebanyak tiga orang. “Kami hanya akan mengambil 3 siswa dengan nilai tertinggi untuk maju ke babak cerdas cermat,” ungkap Evi. Gadis manis ini juga menuturkan dari tiga siswa terbaik itulah ditentukan juara satu sampai juara tiga. “Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa sertifikat, tropi dan dana pembinaan,” tutur Evi.
Belinda Rizki, peserta asal SMPN 1 Probolinggo mengatakan olimpiade tersebut cukup menantang. “Soalnya susah, tapi seru, jadi tantangan tersendiri aja,” ucap gadis berjilbab ini.(*)