Asrama Tak Lagi Jadi Beban
Posted by yudi fahmin - 12/01/10 at 07:01 amBanyaknya anggapan bahwa asrama bisa menghalangi perkembangan siswa, memicu tanggapan dari 150 penerima Beasiswa Sampoerna Foundation. Mereka yang kini tinggal di Asrama Siswa Sampoerna Academy ini merasa jika mereka mampu dan bahkan sanggup menjadi lebih baik saat tinggal di asrama.
Menurut para siswa, tinggal di asrama lebih menyenangkan ketimbang di rumah. Bagi Anda yang merasa kehidupan mereka tidak nyaman, Anda salah. kebanyakan dari siswa yang diambil dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur ini merasa nyaman dan betah tinggal di asrama.
“Kita kan bisa jadi lebih mandiri, di sini juga banyak temen yang seumuran dan pastinya pemikirannya sama, so itu buat aku nyaman banget tinggal di asrama ini”, Ujar Wanda Lilavanti, salah satu siswa Sampoerna Academy.
Menurut siswi yang akrab disapa El ini dirinya merasa lebih mandiri setelah tinggal di asrama. Selain itu ia juga berujar jika peraturan di sini berbeda dengan asrama lain, dia merasa peraturannya lebih ringan dan tidak memberatkan siswa.
“Nggak berat. Kalau dibandingkan asrama lain sih peraturan asrama ini lebih ringan dan nggak memberatkan, mereka juga sangat menjaga keamanan kita di sini”,tambahnya.
Meski sekarang juga diberlakukan larangan terlalu dekat dengan teman laki-laki, El tidak merasa terbebani. Menurut siswi asal Malang ini dirinya jadi mempunyai semacam perlindungan khusus saat di asrama.
“Nggak berat sih, kita malah jadi punya semacam perlindungan khusus kalau ada cowok yang nakal”, tandasnya
Hal senada juga diungkapkan oleh Inten Permata, siswi asal Kota Blitar ini merasa jika dia mendapat banyak keuntungan tinggal di asrama. Cewek yang biasa dipanggil Inten ini mengaku jika dia kini lebih mudah untuk sharing dan mengerjakan tugas kelompok karena tinggal di asrama.
“Jadi lebih gampang sharing sama temen. Selain itu kita kan sering ada tugas, individu ataupun kelompok, dengan tinggal di asrama aku jadi lebih mudah buat ngerjain itu semua soalnya ada yang ngajarin, beda kalau lagi di rumah”,tuturnya.
Tidak semua dirasa menyenangkan memang, apalagi jika mereka dalam tahap kejenuhan atau sedang rindu untuk pulang. Mereka seperti sudah biasa dengan hal semacam itu. 150 anak yang dinilai berprestasi dari yang berprestasi ini selalu mempunyai jalan keluar untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi.
Seperti contoh saat banyak yang merasa sedih tak bisa pulang Idhul Adha kemarin, mereka dengan cepat menyelesaikan masalah itu. Mereka biasanya berkumpul saat makan atau kumpul house (sebelumnya mereka telah dibagi menjadi 9 house/kelompok).
Kegiatan di asrama asyik dan menyenangkan seperti acara Movie Nite, setiap house secara bergiliran menjadi Event Organizer untuk ngadain acara tersebut, ditambah lagi acara yang baru aja selesai yaitu acara Tahun Baruan di asrama, meskipun sederhana tapi meriah banget, coz ada acara pesta kembang api, penampilan karesidenan yang tampil total abis, plus ada acara surprise buat yang ultah tanggal 1 Januari kemarin.
Para siswa ini juga mengaku jika mereka kadang rindu asrama saat pulang ke rumahnya masing-masing. Keramaian yang biasanya mereka ciptakan seakan hilang saat mereka pulang ke daerah masing-masing.
“Kangen Asrama kalau lagi di rumah, kayak ada yang hilang, pas makan nggak ada yang rame, beda kalau lagi di asrama kita makan bareng terus pasti ada aja yang kita omongin. Asrama udah jadi tempat yang ngangenin kalau pas pulang”, ujar Inten.
Reported by :
Widya Sitaresmi

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi - tingginya kami sampaikan kepada Bapak/Ibu orang tua murid, Guru dan Karyawan SMAN 10 Malang dengan tulus dan ikhlas memberikan bantuan tenaga, pikiran dan motivasi moril kepada seluruh siswa, sehingga kegiatan pembelajaran di SMAN 10 Malang dapat berjalan dengan baik.
