Ghea Aslamiyah, That’s Great SA
Dalam rangka meresmikan Learning to Live Program yang kini diterapkan di SMAN 10 Malang, Sampoerna Academy lewat perwakilan OSIS dan Ketua House mengadakan L to L Day. Acara yang mengambil setting tempat di SMAN 10 Malang ini diadakan mulai tanggal 27 hingga 28 Agustus lalu.
Learning to Live sendiri adalah program untuk para siswa Sampoerna Academy. Program ini membagi 4 golongan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh para siswa. Dalam menjalankan 4 bidang ini siswa diminta untuk memenuhi 50 jam per bidang selama 3 tahun menempuh pendidikan di SMA negeri 10 Malang.
Ada beberapa kegiatan yang dibuat panitia untuk para siswa ini. selain ada workshop kepenulisan untuk seluruh siswa kelas 10,11, dan 12 ada pula kegiatan community service yang dilakukan di 8 tempat seperti panti asuhan, dan SD Lesanpuro yang berada di dekat sekolah.
Kegiatan yang dibuka dengan pelepasan 150 burung ini juga menghadirkan beberapa pelatihan seperti composting, membatik, First Aid hingga karawitan. Para siswa sendiri merasa senang dengan adanya prigram ini.
“Wah… kalau tiap bulan ada sih enak, ada pengalaman baru”,ujar Anita.
Selain dihadiri, Director of Putera Sampoerna Foundation, Eddy Henry, acara ini juga dihadiri perwakilan dari Sampoerna Academy Palembang. Selain kepala sekolah, satu perwakilan siswa juga datang.
“That’s Great SA,” ujar Ghea Aslamiyah , perwakilan Sampoerna Academy Palembang.
Acara ini sendiri merupakan kegiatan berkelanjutan. Menurut Head of Student Service, Dra A Tri Widodo, MH, kegiatan ini adalah hal yang bermanfaat bagi seluruh siswa.
“Kita harus pintar mengambil pelajaran dari ini semua, ini adalah kegiatan yang bermanfaat sehingga Saya himbau akan ada suatu perubahan yang positif,”ujarnya.
Selain mengadakan berbagai acara yang menarik bagi siswa, beberapa acara seperti bersih sekolah dan bersih-bersih Pasar Sawojajar menunjukan identitas SMA Negeri 10 Malang sebagai sekolah sehat tidak hilang. (sit)






