Berharap ke Nasional
Posted by yudi fahmin - 15/06/10 at 07:06 amVersi Bahasa Indonesia :
CSL (Climate Smart Leaders), tidak banyak orang yang tahu tentang kompetisi yang satu ini. Apalagi bagi siswa SMAN 10 Malang, mungkin yang selama ini dikenal hanyalah Lomba UKS, Adiwiyata, dan juga TEY (Toyota Eco Youth).
Lantas sebenarnya apakah CSL itu? CSL adalah sejenis kompetisi tentang lingkungan hidup seperti TEY, hanya saja bedanya, kalau TEY lebih kepada sekolah yang menjadi pesertanya. Tapi untuk CSL ini yang menjadi peserta adalah perorangan atau kelompok, sehingga satu sekolah bisa mengirimkan sebanyak-banyaknya peserta. Akan tetapi karena tidak banyak yang tahu sehingga sekolah kita hanya diwakili 1 kelompok yaitu M. Faisol Tanjung, M. Sony Fahrizal, dan Ricky Sudiarto Putra.
Sebenarnya sekolah sendiri tidak menunjuk perwakilan, hanya saja mereka bertiga berinisiatif untuk mengikuti lomba ini. Kompetisi ini terbagi menjadi beberapa tahap. Yang pertama adalah pengiriman proposal proyek lingkungan, dimana teman-teman kita ini mengirimkan proyek pembuatan kompos. Kemudian tahap kedua yaitu interview dan presentasi serta yang ketiga yaitu camp dan terakhir adalah penganugerahan yang dilaksanakan di Jakarta.
Untuk bisa lolos ke tahap final, proposal yang masuk sekitar 200 proposal dari seluruh Indonesia yang terbagi menjadi dua kategori yaitu, kategori usia 16-18 tahun dan 19-25 tahun itu diseleksi menjadi ±50 proposal yang kemudian mengikuti presentasi dan interview di beberapa daerah, untuk region Jawa Timur dilaksankan di Hotel Equator Surabaya pada tanggal 6 Juni 2010 kemarin. Dan patut kita syukuri karena 3 teman kita ini bisa lolos ke tahap dua ini.
Interview yang hanya diwakili oleh M. Faisol Tanjung sebagai ketua regu ini, berjalan cukuplancar. Interview dan presentasi yang memakan waktu ±1.5 jam per peserta ini terbagi menjadi menjadi dua ruang yang masing-masing 45 menit. Menurut Faisol, yang pertama dia lakukan adalah interview yang dilakukan oleh 1 juri mengenai kepribadian dan pengalaman-pengalamannya dalam berorganisasi. Setelah itu dia langsung melakukan presentasi dihadapan 3 juri utama dan 1 juri tambahan tentang proyeknya.
Setelah tahap kedua ini nantinya hanya akan diambil 24 besar nasional dari dua kategori yang berhak mengikuti camp yang diselenggarakan oleh CSL pada tanggal 5-9 Juli 2010 dan secara otomatis dinyatakan sebagai finalis. Setelah camp, para finalis diberi waktu 3 bulan untuk mengembangkan proyeknya dengan pengawasan dari pihak CSL. Setelah itu akan diambil 3 juara utama dan 3 penghargaan spesial yang akan diumumkan pada malam penganugerahan di Jakarta bulan September mendatang.
Kita tentunya berharap bahwa teman-teman kita ini bisa lolos ke tingkat nasional sehingga bisa menjadi juara dan membuat bangga SMAN 10 Malang.
English Version :
Hoping to National
CSL (Smart Climate Leaders), not many people know about this competition. Especially for students of SMAN 10 Malang, maybe they only know about UKS Competition, Adiwiyata, and also TEY (Toyota Eco Youth).
So what is CSL? CSL is a kind of competition about the environment like TEY, but the difference is the participants of TEY are our school but for CSL the participants are individuals or groups, so that one school can send as many participants but because few people know about it, so our school was represented only one group they are M. Faisol Tanjung, M. Sony Fahrizal, and Ricky Sudiarto Putra.
Actually our school do not appoint representatives, only three of them took the initiative to follow this race. The competition is divided into several stages. The first is the delivery of environmental project proposals, where our friends are sending a composting project. Then the second stage are interviews and presentations, the third are camp and the final are conference at Jakarta.
To get through to the final stage, a proposal that came in about 200 proposals from all over Indonesia, which is divided into two categories, namely, the age category 16-18 years and 19-25 years were selected to be ± 50 proposals and then follow the presentations and interviews in several areas, for the East Java region was conducted at the Hotel Equator Surabaya on June 6, 2010 yesterday. And we’re grateful for this because three of our friends could escape into this second phase.
Interviews are only represented by M. Faisol Tanjung as leader of this team, running quite smoothly. Interviews and presentations that took ± 1,5 hours per participant was divided into two spaces, each 45 minutes. According to Faisol, the first thing he did was an interview conducted by a jury on personality and his experiences in the organization. After that he made a presentation in front of the three main judges and an additional jury about his project.
After this the second stage will only be taken 24 large national of the two categories would be eligible for a camp organized by the CSL on 5 to 9 July 2010 and be automatically declared as finalists. After camp, the finalists were given three months to develop the project with oversight from the CSL. After that will be undertaken three major champions and three special awards will be announced on the night of bestowal in Jakarta in September.
We certainly hope that our friends can escape to the national level so that it can be a champion and make a proud of SMAN 10 Malang.


Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi - tingginya kami sampaikan kepada Bapak/Ibu orang tua murid, Guru dan Karyawan SMAN 10 Malang dengan tulus dan ikhlas memberikan bantuan tenaga, pikiran dan motivasi moril kepada seluruh siswa, sehingga kegiatan pembelajaran di SMAN 10 Malang dapat berjalan dengan baik.
