Category Archives: News
NEW KARTINI’S SPIRIT
DIKLAT JURNALISTIK
NEW KARTINI’S SPIRIT
SENIN (16/4) – Bekerja sama dengan Jawa Pos dan Radar Malang, dan disponsori oleh IM3, Lembaga Penerbitan Universitas Brawijaya (UB Press) telah menyelenggarakan Diklat Jurnalistik dengan tema New Kartini’s Spirit. Momen Kartini dipilih disamping berdekatan dengan peringatan hari Kartini juga untuk menengok kembali permasalahan gender di negeri ini, mengingat maish banyaknya kasus pelecehan terhadap perempuan. Semangat Kartini yang dikemas dalam sebuah diklat Jurnalistik ini diikuti oleh pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, guru, dan kalangan umum. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya Bapak Yogi Sugito. Dalam sambutannya, beliau menyinggung tentang keprofesionalitasan seorang jurnalis. Beliau juga berpesan jika menjadi seorang wartwan, apa yang diberitakan harus bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu Pak Yogi juga menceritakan pengalamannya dalam hal menulis. Beliau juga sering mengirim artikel ke media massa dan juga sering mengalami penolakan.
Diklat Jurnalistik ini mempunyai motto “menjadi jurnalis dan fotografer professional dalam satu hari”. Sebagai pembicara utama adalah : Kurniawan Muhammad, direktur Radar Malang. Yuyung Abdi, fotografer senior harian Jawa Pos. dan Keppi S, aktivis perempuan. Kurniawan Muhammad, yang sebelumnya adalah pegawai Jawa Pos pusat di Surabaya sejak tahun ini dimutasi untuk memimpin Radar Malang. Menurut pria kelahiran Jombang, 24 April ini menulis itu snagat mudah dan menyenangkan. Bahkan menulis menjadi kebutuhan. Beliau mencontohkan menteri BUMN Dahlan Iskan yang juga hobi menulis. Karena dengan menulis kita bisa menjadi agent of change. Materi yang disampaikan Kurniawan Muhammad adalah tentang menulis untuk media. Media akan menerima tulisan kita jika yang kita tulis adalah hal-hal yang bersifat populer (bukan ilmiah) sehingga dimengerti oleh orang awam sekalipun. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang membuat berita yang baik dan benar.
Materi dilanjutkan dengan materi Kartini. Dewasa ini, masalah gender kembali diangkat dan diperbincangkan. Mungkin karena berdekatan dnegan peringatan hari Kartini. Namun, Prof. Keppi menegaskan bahwa Kartini hanyalah ikon dan salah satu aktivis perempuan di eranya. Maish banyak tokoh-tokoh perempuan lainnya yang mempunyai jiwa seberani RA Kartini. Sut Nyak Dhien mislanya, yang ikut angkat senjata melawan penjajah. Permasalahan perempuan kali ini meliputi beberapa hal yaitu : usia kawin yang mudah dan kesehatan reproduksi. Sejumlah kasus juga diperbincangkan dalam materi ini. Mislanya masalah tentang pelecehan perempuan melalui media tulis.
Materi terakhir disampaikan oleh Yuyung Abdi tentang fotografi. Fotografer senior Jawa Pos ini membagikan keahliannya pada peserta diklat. Beliau juga menunjukkan karya-karyanya yang menakjubkan. Sebagai penutup, para peserta dengan stau bis besar dan satu bis kecil diajak untuk berkunjung ke PT Temprina dan Kantor Radar Malang di Pakisaji untuk melihat langsung proses Koran dicetak secara langsung. Acar berakhir pukul 16.00 WIB (arf)
Koordinasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika Jawa Timur
Koordinasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika Jawa Timur
Selasa 10 April 2012, saya menjadi perwakilan OSIS Sampoerna Academy Malang untuk mengikuti “Rapat Koordinasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika” di Hotel Aria Gajayana Kota Malang. Disebutkan diundangan bahwa acara akan dimulai pukul 7.00 WIB.
Saya berangkat pukul 7.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor. Perjalanan yang saya tempuh dari sekolah menuju ke tempat acara kurang lebih 3 kelometer. Saya mengira bahwa saya sudah terlambat untuk mengikuti seminar yang diikuti oleh para perwakilan OSIS SMP, SMA, perwakilan LSM se Malang Raya. Setelah tiba di depan gedung saya bergegas pergi ke lantai 4, tempat dimana acara diadakan dengan menggunakan lift. Saya disambut oleh resepsionis hotel yang menawari saya untuk bergabung bersama para peserta koordinasi lainnya untuk sarapan pagi di coffee shop hotel tersebut. Saya langsung berkenalan dengan peserta koordinasi lainnya yang umumnya didominasi oleh ketua dan wakil OSIS tiap sekolahnya. Sarapan pagi berlangsung disambut dengan obrolan dan sharing seputar OSIS di tiap sekolahnya.
Acara yang harusnya dimulai pukul 8.30 WIB baru dapat dibuka pukul 9.30 WIB lantaran keterlambatan pemateri yang memang baru tiba dari Surabaya. Para pemateri ini adalah orang-orang yang memang master di bidangnya masing-masing, langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ada 5 Sesi.
- Materi Narkoba secara umum,
- narkoba dan kesehatan,
- dampaknarkoba terhadap generasi muda
- pengenalan metode Metadon
- tindak kriminalitas yang timbul dari narkoba.
Acara berjalan dengan sangat baik. Materi yang diberikan disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, tidak membosankan, sehingga manfaatnya dapat terasa. Banyak pertanyaan- pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri. Sayapun tak mau kalah, saya bertanya kepada Bp.Soubar. Beliau adalah Kasat Reskrim Provinsi Jawa Timur yang menjadi pemateri dalam koordinasi tersebut. Saya bertanya seberapa berpengaruhnya Lingkar Ganja Indonesia dalam pemasaran narkotika di Indonesia dan bagaimana pihak berwenang menanggapinya. Pertanyaan saya dijawab dengan panjang lebar dan penuh pembuktian berupa video-video penangkapan gembong ganja dan pemusnahan ladang ganja di beberapa tempat di Jawa Timur.
Terus terang saya prihatin bahwa ternyata sebagian dari pengedar dan pemakai narkotika tersebut adalah anak dibawah umur. Materi dan ilmu baru yang saya dapat lantas saya catat dalam buku yang disediakan panitia. Coffee break-pun dilaksanakan diantara jam-jam pemberian materi. Bekal ini cukup untuk saya informasikan lebih lanjut kepada orang-orang terdekat saya.
Acara selesai pukul 13.40. Saya menuju mushola untuk melaksanakan sholat dzuhur lalu pergi bergabung dengan teman-teman untuk makan siang. Saya berkenalan dengan beberapa ketua OSIS dari SMA lain, berbagi cerita, sampai waktu makan siang habis. Saya pulang tepat pada pukul 14.30 menuju kembali ke sekolah.
Banyak hal yang bisa saya dapat hari ini adalah hari, dimana saya mendapatkan ilmu baru yang harus disosialisasikan kepada semua orang yang memerlukannya. Dan sekaligus bekal bagi saya untuk menjadi pemimpin di masa depan. Learn Today, Lead Tomorrow.
International Poetry Writing Workshop
International Poetry Writing Workshop
Hari Senin, 9 April 2012, merupakan kali kesekian bagi SMA Negeri 10 Malang (Sampoerna Academy) untuk menerima kedatangan tamu terhormat dari mancanegara. Seminar puisi internasional ini adalah hasil dari kerjasama SMAN 10 Malang dengan Kedai Sinau (di bawah Youth Entrepreneurship Program) dan Forum Puisi Indonesia Internasional.
Dengan 2 pemateri internasional, yakni Courtney Meredith (dari Selandia Baru) dan Vonani Bila (asal Afrika Selatan), 20 peserta seminar puisi tersebut tampak antusias mendengarkan pemaparan tentang apakah makna dari sebuah puisi. Siswa – siswi SMA Negeri 10 Malang juga berkesempatan untuk membacakan puisi karangannya masing – masing. “You’re all great students. To be a good writer, you have to be a good person first. That’s it [Kalian semua murid – murid hebat. Untuk menjadi seorang penulis yang bagus, kalian harus menjadi sosok pribadi yang baik terlebih dahulu. Begitulah]”, ujar Cortney.
Seminar yang berlangsung selama 3 jam di ruang perpustakaan SMA Negeri 10 Malang tersebut ditutup dengan prosesi pemberian cinderamata antara pihak pemateri dan sekolah. Tak hanya berinteraksi dengan para peserta seminar, Courtney dan Vonani juga berbincang – bincang dengan beberapa guru dan siswa lainnya selama school touring. “I find it really amazing to have chance to meet you all guys. Your school holds an incredible motto, ‘Learn Today, Lead Tomorrow’, and I’m sure you guys are going to be so [Saya merasa sangat senang dan terkesan dapat bertemu dengan kalian semua. Sekolah kalian memegang motto yang begitu luar biasa, ‘Learn Today, Lead Tomorrow’, dan aku yakin kalian akan dapat meraihnya”, ungkap Courtney seusai seminar di depan para siswa SMA Negeri 10 Malang (Sampoerna Academy).
UKT Karate
UKT Karate
Pagi hari tepatnya jam 06.00 kami rombongan UKT SA Dojo berkumpul dan menunggu angkot di depan gedung A. Setelah angkot datang, kami semua bergegas masuk angkot dan berangkat menuju tempat UKT yaitu di Gedung Pancasila Universitas Negeri Malang. Kami tiba di tempat pukul 07.00. Atlit-Atlit dari berbagai ranting di Kota Malang berkumpul di tempat itu. Pukul 08.30, acara di buka, kemudian di susul dengan stretching dan upacara tradisi yang di pimpin oleh sensei sensei dari Kota Malang.
Ujian dimulai pada pukul 09.30 yang di awali oleh kyu 8 (sabuk kuning). Edwin Saputra, Kurnia Putri Utomo dan Riswanda Arka-pun bergegas menuju gedung ujian, karena banyaknya pesertakyu 8 akhirnya ujian untuk kyu 8 dibagi menjadi 6 kloter. Setelah kyu 8 selesai dilanjutkan dengan kyu 10 (sabuk putih) peserta kyu 10 lebih banyak dari pada kyu 8, sehingga ujian dibagi menjadi 15 kloter, Indana Zulfa mendapatkan kloter 14 sedangkan Bustomi mendapatkan kloter 15. Ujian kyu 10 selesai pada pukul 13.30. kemudian ujian dilanjutkan oleh Kyu 7 (sabuk orange)peserta ujian kyu 7 tidak terlalu banyak sehingga hanya dibagi menjadi 3 kloter. Dewi Endah Kharismawati, Alindya Diani, Violentaria, Pusakha Wisesa Q dan Fitri Wulan secara bersamaan mendapat giliran pada kloter 2. Lal uujian dilanjutkan lagi dengan Kyu 6 (sabuk hijau), dari SA Dojo adalah Irfan Bareta, Rizka Nugraheni dan Winda Ayu Pratiwi, dan yang terakhir Kyu 5 (sabuk biru strip pertama).
Ujian kyu 5 berakhir pada pukul 16.15, kemudian acara dilanjutkan dengan evaluasi. Evaluasi dipimpin oleh sensei Wawan. Beliau memperagakan semua gerakan yang beliau anggap butuh untuk dievaluasi. Setelah evaluasi, acara dilanjutkan dengan penutupan, kemudian Upacara tradisi dan yang terakhir salam-salaman antara para peserta, para sensei dan para panitia.
Walaupun masih ada banyak kesalahan dan kekurangan pada saat ujian, namun, seluruh TEAM UKT SA dojo telah melaksanakan ujian ini dengan penuh usaha, semangat, tenaga dan do’a. mudah –mudahan kami semua mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita masing-masing.
Dalam keadaan yang sangat lelah, semua Team kembali menuju angkot dan pulang menuju asrama Tlogowaru, kami semua sampai di asrama pada pukul 18.15. tak lupa sebelum masuk ke kamar masing-masing kami berdo’a bersama. SA Dojo WIN….WIN….WIN….
Chemistry Olympiad Polinema
1st Chemistry Olympiad Polinema
Club Kimia SMAN 10 Malang lagi – lagi ingin menguji kemampuannya untuk mengikuti olimpiade kimia setelah 3 hari yang lalu mengikuti seleksi olimpiade kimia tingkat kota. Dwi Novanda Sari, Novitasari Eka, Azalia dan Rosalia mengikuti 1st Chemistry Olympiad Polinema pada tanggal 7 April 2012 kemaren di gedung AO Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang Jl Soekarno Hatta Malang.
Pukul 07.30 kami berangkat dari Asrama Telogowaru menuju tempat perlombaan dengan kesiapan dan semangat juang untuk bertarung dengan soal – soal yang kami prediksi sebelumnya adalah soal jenis kimia terapan karena panitia lomba adalah Fakultas Teknik Kimia dalam rangka Dies Natalis Polinema. Sampai disana, kami registrasi ulang dan ternyata oleh panitia kami diharuskan memakai kaos yang diberikan oleh panitia. Terdapat 46 kelompok dari seluruh Jawa Timur. Tetapi 14 kelompok dari SMAN Boyolangun dan SMAN 10 Malang hanya mengirim 2 kelompok karena ketentuan awal yang diharuskan panitia adalah 2 kelompok.
Sebelum perlombaan dimulai kami berkumpul di Aula untuk melaksanakan pembukaan acara. Kami mendapatkan brochure dan promosi mengenai Polinema. Pukul 09.00 kami mulai memasuki ruangan. kami dibagi menjadi 2 kelompok. Saya, Dwi Novanda Sari bersama Novitasari sedangkan Azalia dengan Rosalia A S. Selama 60 menit kami mengerjakan soal dan benar – benar kimia terapan tetapi tingkat universitas. Kami berusaha dengan ilmu dan bekal dari pembinaan rutin 2x seminggu.
60 menit berlalu, kemuadian sambil menunggu pengumuman untuk masuk ke babak semifinal, kami diajak berkeliling gedung Teknik Kimia. Kami melihat Laboratarium disana. Berbeda memang dengan Laboratorium yang ada di sekolah seperti biasanya. Alat – alat disana lebih kompleks dan mengasyikan sepertinya. Ada alat distilasi, heater, sterilisasi , dll.
Sudah lelah kami campus tour, pengumuman mulai di tunjukan pada slide di Aula tempat kami berkumpul pertama kali. Hanya 10 besar yang ditampilkan. Kelompok Azalia dan Rosalia berada di peringkat 10. Tetapi kedua kelompok dari SMAN 10 Malang belum beruntung. Hanya 8 Kelompok yang masuk dalam babak semifinal yaitu dari SMAN Boyolangu, SMAN 1 Trenggalek, SMAN 5 Malang, MAN 3 Malang, SMK Putra, SMKN Boyoangun, SMA Summenep ( urutan acak).
Kami memang belum beruntung kali ini, tapi di perlombaan selanjutnya kami akan menjadi juara tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan pengalaman yang lebih dari pada kemaren.












