SMA Negeri 10 Malang (Sampoerna Academy)
Pendidikan Bertaraf Internasional Berasrama
Tahun Akademis 2010/2011
SMA Negeri 10 Malang (Sampoerna Academy) merupakan wujud kerjasama antara Putera Sampoerna Foundation dengan Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sekolah ini menyediakan pendidikan bertaraf international dengan kualitas pendidikan terbaik bagi siswanya. Kombinasi antara kurikulum internasional IGCSE dari Cambridge University dan kurikulum nasional, serta didukung oleh pendidikan asrama (boarding education), merupakan beberapa keunggulan sekolah ini. Sekolah menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar untuk beberapa mata pelajaran dan dilengkapi dengan fasilitas belajar mengajar yang lengkap.
Untuk tahun ajaran 2010/2011, SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) menerima sampai dengan 150 siswa dari Provinsi Jawa Timur, dengan beasiswa penuh.
Beasiswa Sampoerna Academy mencakup:
| Aplikasi | 03 April 2010 | Batas waktu formulir aplikasi beserta semua dokumen pendukung diterima oleh Komite Seleksi Beasiswa, tidak berdasarkan cap pos. |
| Proses Seleksi | Minggu IV Maret s/d IV April 2010 | Penilaian dokumen, interview dan proses seleksi lainnya. |
| Pengumuman | Minggu II Mei 2010 | Pemberitahuan pemenang beasiswa. |
Formulir aplikasi bisa diperoleh di sekolah masing-masing, atau melalui situs kami:
www.sampoernafoundation.org atau www.sman10malang.com
nomor telepon: (0341) 727699 (Senin s/d Sabtu, jam 09:00 s/d 17:00 BBWI).
nb: untuk download formulir silahkan klik disini
“CnC….CnC….CnC….. Go……..Go……..!” “CnC…..CnC…….CnC……..Go…….Go…….!”
“the winner of CnC for grade X in this week is X-4, and the other winner is X-1“.Mendengar kalimat itu sontak seluruh siswa-siswi X-1 dan X-4 bersorak untuk merayakan kemenangan mereka dalam lomba antar kelas ini. Untuk CnC minggu pertama bulan Maret ini ada yang berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Apaan sich bedanya? Yupsss….. ada dua pemenang di minggu ini lho… Kelas mana sich yang jadi pemenag? Yach ini dia pemenang kita, X-1 dan X-4. Kedua kelas ini mendapat nilai tertinggi dalam penilaian CnC. Ini merupakan kemenangan yang pertama untuk X-1, kemenangan yang ketiga kalinya berturut-turut untuk X-4. Dan sebagai pemenang CnC minggu ini, mereka berhak memakai baju bebas sesuai dengan tema mereka masing-masing, pada hari Jum’at, 5 Maret.
Seperti apa ya tema pakaian yang dikenakan kedua kelas ini? Ayo kita lihat !
Well… SESAT (Sepuluh Satu) mengusung tema “SESAT” pada hari bebas seragam kemarin. Apa sih maksud tema yang diusung X-1 ini? “ Biasanyakan sesat berbau hal-hal negatif, tapi untuk SESAT(Sepuluh Satu) itu nggak berlaku, kita mau nunjukin kalau di dalam SESAT itu nggak hanya sebagai konotasi negatif tapi sebenernya ada kebaikn-kebaikan di dalamnya.” Terang Ifa, salah satu siswi X-1. Semua siswa-siswi X-1 mengenakan kaos hitam dan bando hijau (untuk siswi) dan baju koko (untuk siswa). Selain itu ada yang lebih unik lagi nih dari penampilan anak-anak SESAT. Mereka mengganti tas yang biasa untuk membawa perlengkapan sekolah dengan sarung. Jadi semua peralatan sekolah mereka bungkus menggunakan sarung sebagai pengganti tas. Wah…. Emang kreatif banget ya, anak-anak SESAT. Walaupun ini baru kemenangan pertama dari SESAT tapi jangan salah ya, mereka bener-bener mempersiapkan kostum untuk hari bebas seragam ini.

Wah…Wah….Wah…..” Merah Kuning Hijau di langit yang Biru” Nggak mau kalah dengan anak-anak SESAT, untuk kemenangan yang ketigakalinya ini tema yang diusung IWAK SEPAT adalah “Groovy”. Jadi, mereka dibagi berkelompok 6 orang. Ada empat kelompok, dan masing-masing kelompok menggunakan warna baju yang berbeda-beda sesuai dengan warna yang telah ditentukan. Saat dikelas tiap kelompok ini bergabung menjadi satu deret, warna merah untuk deretan paling kanan, lalu disusul warna kuning dan hijau di deretan selanjutnya, dan untuk deretan paling kiri ditempati oleh warna biru. Nah itu dia yang membuat kelas X-4 terlihat benar-benar colorfull kemarin. Dengan tema tersebut X-4 terlihat benar-benar kompak. Siswa-siswi X-4 ini sebelumnya tidak menyangka akan menjadi pemenang untuk ketiga kalinya. Walaupun mereka telah menargetkan kemengangan ketiga ini, tapi mereka tidak menyangka akan memenangkan CnC minggu ini. Pasalnya nilai untuk minggu ini turun 1 poin dibanding minggu kemarin.
Selamat ya buat SESAT n’ IWAK SEPAT. Siapa ya pemenang CnC selanjutnya? Kita tunggu ide-ide kreatif kalian untuk hari bebas seragam selanjutnya. (Sasha)
Kamis, 4 Maret 2010. Adalah Bu Wiwik Esti K. BLH (Badan Lingkungan Hidup) Propinsi Jawa Timur berkunjung ke SMAN 10 Malang dalam rangka meninjau kesiapan SMAN 10 Malang untuk Sekolah Adiwiyata tahap berikutnya tingkat nasional. Didampingi para pemandu mengadakan School Touring meninjau Kumbung Jamur, Green House, Kantin UKS, Sumur Resapan, Biopori, Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik, Pelaksanaan Program CnC, dan lain-lain.
Dalam acara School Touring tersebut para pemandu mempresentasikan kegiatan-kegiatan lingkungan yang telah dilaksanakan maupun dalam perencanaan, seperti halnya kegiatan siswa Community Service Project yang dilaksanakan para siswa kelas X disaat liburan UAS I kemarin untuk mensosialisasikan pembuatan biopori di rumah-rumah warga sekitar tempat tinggalnya, sosialisasi pemisahan sampah duan, kertas, dan plastik.
Bu Wiwik berpendapat untuk pemilahan sampah itu harus tetap ditegakkan dan lebih banyak aplikasi program Adiwiyata di luar SMAN 10 Malang, seperti yang dilaksanakan oleh SMAN 10 Malang untuk menggandeng SDN Lesanpuro dan SMPN 21 Malang sebagai program imbas Adiwiyata dari SMAN 10 Malang.
Bu Wiwik juga minta agar selalu menyebarkan 13 Budaya Malu yang sudah diikrarkan oleh siswa SMAN 10 Malang, yaitu :
“Sekolah ini (SMAN 10 Malang) bagus untuk dijadikan studi banding dari sekolah-sekolah lain yang akan belajar tentang Sekolah Adiwiyata, karena memiliki sejarah dan proses menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional meski sekolah ini baru berdiri sepuluh tahun yang lalu”, demikian kata-kata sambutan dari Bu Wiwik Esti K.
Kamis, 4 Maret 2010. Try Out UAN ini adalah try out terakhir yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk tingkat SMA mulai Senin kemarin (1/3) dan berakhir hari Jumat besok (5/3). Bu Erlina mengatakan bahwa sementara ini hasil try outnya mengalami kemajuan dibandingkan Try Out pertama dan kedua, meski bobot soal bervariasi. Para siswa setelah melaksanakan try out langsung diadakan pembahasan soal-soal oleh Bapak/Ibu Guru keesokan harinya. “Soal Matematik-nya lebih rumit dibandingkan kemarin”, kata Kelian, cewek yang duduk dibangku XII IPA 2. Lain halnya dengan komentar cewek yang satu ini, “Try Out UNAS terkahir ini meskipun udah di design seperti ujian yang asli, tapi tetep aja masih ngerasa dag-dig-dug. Mungkin juga karena mental kita-kita yang masih kurang sip. Tapi gak apa kita ujian nasional kita gak sendiri, se-Indonesia kan… Iya di sini aku ngewakilin suara hati temen-temen SMA, semoga soal UNAS yang diujikan nanti benar-benar sesuai SKL (Standart Kelulusan), jangan membingungkan murid buug…, negara udah runyem jangan nambah-nambahin runyem nich anak-anak bangsa.
Dan lebih baik jangan standartnya aja yang dinaikin, tapi please…maksimalin dulu kualitas pengajaran Indonesia, supaya anak-anak bangsa bisa jadi yang terbaik dari yang terbaik.
SEMOGA KITA SEMUA LULUS, AMIEN !”, gitu kata-kata dari Novian Nailatun Nufus.
Tim akademik dan Bapak/Ibu Guru sudah bekerja maksimal buat siswa kelas XII demi keberhasilan untuk lulus 100% siswanya dan dapat dipastikan bahwa pelaksanaan ujian nasional nanti pada tanggal 22 Maret 2010, so…kamu semua harus yakin LULUS. OK !
Setelah latihan selama 4 hari di Oryza FM, anggota Tim broadcast yang terdiri sekitar 25 anak memulai siaran on air di radio komunitas Universitas Brawijaya yang terletak di Gedung Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian. Siaran yang dimulai tanggal 1 maret lalu ini digunakan para broadcaster ini untuk latihan menghadapi pendengar secara langsung dengan jumlah pendengar yang tentunya lebih banyak. Selama latihan 4 hari tersebut, ekstrakurikuler yang dibina Yudi fahmin ini diajari adat istiadat radio, cara membuat script serta bagaimana membuat pembicaraan ramai dan bisa dicerna oleh pendengar.
Broadcaster smandasa yang semuanya perempuan ini juga mendapat pengarahan dari Mas Zainal, salah satu pendiri Oryza FM. zainal yang akrab disapa Inal ini menuturkan jika bekal untuk jadi penyiar tidak bisa di dapat secara instan, perlu pembelajaran lebih. Menurutnya, setiap orang bisa menjadi penyiar, tapi untuk menjadi penyiar yang diakui oleh penyiar lainnya merupakan hal tersulit yang harus dicapai oleh seorang penyiar. “kalau kalian ingin jadi penyiar, sekarang pun bisa, tapi hanya sekedar menjadi penyiar untuk 1 atau 2 menit, tapi kalau mau jadi penyiar yang sesungguhnya kalian harus mau belajar, kunci utamanya jelas kalian harus mau berlatih dan mau menerima kritikan”,ujarnya saat member materi Senin (22/02) lalu.
Meski tergolong pemula, banyak diantara broadcaster ini yang dinilai sudah memiliki bakat dan tinggal rajin belajar untuk menjadi penyiar professional.
“Udah bagus-bagus banget anak- anak ini tinggal belajar sama dikucek dikit biar aura penyiarnya muncul’, Ujara Wawing, pendiri Oryza FM.
Setelah latihan dan siaran secara langsung para Broadcaster ini merasa sangat senang. Meski sudah dilakukan pembekalan, namun ada beberapa siswa yang masih grogi saat siaran On Air. “Masih grogi, maklum masih pertama”, Ujar Jessy (sit)