Category Archives: Boyscouts
Pelantikan Penegak Bantara
Pelantikan Bantara Apradasa,
Para Bantara Kemajuan Pramuka Indonesia
Perjuangan para calon Bantara Apradasa –Arek Pramuka Smandasa- selama hampir dua semester ini akhirnya terbayar sudah. Pada Minggu (18/03) lalu, mereka resmi dilantik menjadi Bantara oleh Pembina Pramuka SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) yaitu Kak Yudi Fahmin. Pelantikan ini mengambil tempat di lapangan bawah Kampus II (Tlogowaru). Panas terik dan lapangan upacara yang tidak rata semakin menambah suasana Kepramukaan yang terbentuk.
Acara dimulai sekitar pukul 9.30, tepat setelah Istighotsah selesai dilaksanakan. Pertama, para calon Bantara ini diberi buku renungan yang berisi evaluasi diri mereka sebelum menerima tanda Bantara. Mereka diberi waktu sekitar 45 menit untuk membaca dan mendalami pesan-pesan yang ada di buku renungan itu.
Tak ketinggalan, pada kesempatan ini hadir pula para anggota Apradasa kelas 12. Tanpa persiapan, hari itu langsung dilaksanakan upacara serah terima jabatan dari Roni Vayayang dan Niswatuz Zahroh selaku Pradana dan Pradani tahun 2010/2011 kepada Alik Rangga Prasetya dan Karlita Natasha Aini selaku Pradana dan Pradani baru tahun 2011/2012. Upacara serah terima jabatan ini berlangsung hanya 15 menit, namun tetap berjalan khusyu’.
Usai membaca buku renungan masing-masing, para calon Bantara ditanya oleh Malaikat Pendamping (Pa dan Pi) tentang kekurangan dan kelebihan mereka selama ini. Melalui diskusi ini para calon Bantara diharap dapat terus memperbaiki diri dan membenahi kebiasaan-kebiasaan kurang baik mereka.
Akhirnya, pada pukul 10.30, upacara pelantikan Bantara dimulai. 11 orang calon Bantara mengucapkan Tri Satya dan sumpah Bantara di hadapan Bendera Merah Putih. Dengan bersungguh-sungguh dan hikmat mereka menerima Tanda Bantara yang disematkan oleh Kak Yudi Fahmin di kedua pundak mereka, sebagai lambang tanggung jawab yang harus mereka pikul dengan menyandang gelar Bantara.
Upacara berakhir sekitar pukul 11.15. Di bawah terik matahari, seluruh anggota Apradasa berfoto bersama di lapangan depan ruang kelas kampus Tlogowaru. Dengan latar gedung Mercusuar, diharapkan para Bantara-Bantara ini akan menjadi Mercusuar yang akan menyinari Indonesia. (kar)
Seleksi Pengurus DKC Kota Malang
Seleksi Pengurus Pramuka DKC kota Malang
(25 – 26 / 2) Pramuka merupakan organisasi kepanduan yang ada di Indonesia. Hampir seluruh warga, Indonesia mengetahui pramuka. Oleh sebab itu, terdapat banyak gudep serta pangkalan, menyebabkan harus adanya Dewan Kerja Cabang, yang seharusnya mengontrol, memantau, serta merencanakan kegiatan atau agenda pramuka di suatu wilayah. Saat ini, Dewan Kerja Cabang beranggotakan pramuka penegak-pandhega di wilayah tersebut, dan Dewan ,,Kerja Cabang berada di Kwartir Cabang kota.
Tentunya, pengurus DKC memiliki periode untuk menjadi pengurus, berdasarkan aturan yang ada, jabatan pengurus DKC adalah 5 tahun. Akan tetapi, masa bakti tersebut dapat kurang dari periode tersebut, karena suatu hal. Apabila, masa bakti dinyatakan sudah selesai, tentunya akan diadakan seleksi pengurus untuk memilih pengurus baru DKC guna mengisi kursi organisasi yang kosong.
Kondisi seperti ini, terjadi di Dewan Kerja Cabang, kota Malang. Berdasarkan MUSPANITERA (Musyawarah Penegak Pandhega Puteri Putera) tahun 2012, berisi bahwa pengurus DKC seharusnya berisi 17 orang. Akan tetapi, saat ini pengurus DKC kota Malang masih berpengurus 10 orang, sehingga masih membuthkan 7 orang lagi. Untuk memilik 7 orang ini, tentunya harus di adakan seleksi.
Seleksi tersebut, di adakan oleh pengurus DKC, kota Malang, pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 25-26 Februari 2012 di kantor Kwarcab kota Malang. Acara ini, di mulai pada pukul 15.00 wib. Rentetan seleksi di berikan pada calon pengurus DKC. Seleksi tahap 1: menulis essay tentang pribadi masing-masing, di lanjutkan di lanjutkan tes kepribadian. Pada malam harinya, seleksi tersebut full dengan interview, 3 kali interview di lakukan, dengan penginterview yang berbeda. Seluruh kegiatan pada hari itu, berakhir sekitar pukul 00.30 wib, dan dilanjutkan dengan istirahat. Keesokan harinya, seleksi di lanjutkan kembali pada pukul 7.30 wib dengan di awali, presentasi program-program yang di buat jika menjadi pengurus DKC. Setelah presentasi usai, seleksi di lanjut dengan psikotes kepemimpinan, yang di sampaikan oleh Kak Kipo.
Meskipun, serentetan seleksi harus dilakukan oleh perwakilan dari SMAN 10 Malang, yaitu IRFAN SIHABUDIN (XI IPA 1), ANIS WULANDARI ( XI IPA 3), dan RIZKA N.P( XI IPA 4), mereka tetap bersemangat hingga acara selesai. Seleksi tersebut, di ikuti oleh 42 orang pramuka penegak-pandhega kota Malang. Akan tetapi, untuk siapa saja yang terpilih, hasilnya baru bisa di ketahui setelah 1-2 minggu ke depan melalui Facbook atau di kantor kwarcab kota Malang.
Rapat DKR Pramuka
Rapat DKR Kedungkandang
DKR Kedungkandang mulai eksis kembali pada tahun 2011. DKR adalah suatu organisasi yang dibentuk oleh Kwarran, sebagai ujung tombak kegiatan-kegiatan Pramuka yang diadakan di tingkat Gudep, Ranting, Cabang, Daerah, maupun Nasional yang diadakan di ranting yang bersangkutan. Anggota DKR adalah perwakilan dari masing-masing Gudep Ambalan maupun Racana. Jum’at, 20 Januari 2012, Tujuh orang perwakilan dari anggota pramuka SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) menuju Kantor Kecamatan Kedungkandang untuk mengikuti rapat mingguan DKR (Dewan Kerja Ranting). Rapat mingguan kali ini membahas rencana Musran dan rencana diadakannya Muspanitera dengan DKR terlibat sebagai panitia. Hasil dari rapat mingguan kali ini adalah rencana diadakannya Muspanitera yang diketuai oleh Ketua DKR sendiri.
Giat Prestasi Pramuka Jatim 2011
GIAT PRESTASI JAWA TIMUR 2011 DI BUMI MAGETAN YANG EKSOTIK
“Hei kalian para pengurus pramuka! Tunjukkan kepada para mahasiswa di kota dan para pemuda penggembala kambing di desa! Tunjukkan pada mereka bahwa kita harus bangga menjadi Pramuka Indonesia!”
(Presiden Soekarno, 1963 di hadapan para pengurus pramuka pusat)
Magetan (23/11). Dingin dan gelapnya malam (23/11) itu menjadi saksi kedatangan kontingen Kwartir Cabang Kota Malang untuk beradu kreativitas dengan kontingen-kontingen daerah lainnya dalam ajang Gita Prestasi (GP) Penegak Pandega Jawa Timur 2011 yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Alas Tuo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Bumi Kabupaten Magetan yang eksotik terpilih menjadi tuan rumah GP Penegak Pandega Jawa Timur 2011 ini dikarenakan Kabupaten Magetan telah memecahkan rekor Muri berupa mengadakan pelatihan terhadap lebih dari seribu orang pembina pramuka.
Segelintir orang berpendapat bahwa kegiatan pramuka adalah kegiatan yang tradisional dan ketinggalan zaman. Giat Prestasi Penegak Pandega Jawa Timur 2011 yang bertemakan alami dan ilmiah ini berusaha menepis pendapat segelintir orang tersebut. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (alm) pernah mengatakan bahwa pramuka merupakan sarana untuk menyatukan perbedaan.
Kontingen Kota Malang yang diwakili oleh SMA Negeri 10 Malang (Sampoerna Academy) sebanyak delapan untuk tim putra dan SMK Negeri 5 Malang sebanyak delapan orang untuk tim putri ini dipimpin oleh Kak Nailul Insani yang akrab dipanggil Kak Yuyik dari Dewan Kwartir Cabang. Selain itu turut mendampingi Kak Harni dari SMK Negeri 5 Malang, Kak Zaza Rosi dan Kak Ozi dari Dewan Kwartir Cabang. Sedangkan sebagai ketua tim putra adalah Gasyudha dan ketua tim putri adalah Rika.
Walaupun tergolong datang terakhir dan mendapat tempat paling pojok untuk tim putra, ini tak menyurutkan semangat kontingen Kota Malang untuk berkompetisi secara sehat dan sportif selama tiga hari. Pembukaan GP Penegak Pandega Jawa Timur 2011 sempat diundur delapan jam karena Bapak H. Saifullah Yusuf yang mewakili bapak gubernur sekaligus selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur baru bisa tiba di tempat pukul 14.30 WIB. Dalam sambutannya, Gus Ipul mengingatkan bahwa kita harus bangga menjadi Pramuka Indonesia. Bahkan karena bangganya, Rika, ketua tim putri kontingen Kota Malang bersedia menyanyi di hadapan peserta upacara saat Gus Ipul memintanya. Tak hanya itu, Bapak Drs. Sumantri, MM selaku Bupati Magetan juga unjuk kebolehannya campursari.
Sebelum upacara pembukaan dilaksanakan, para peserta Giat Prestasi disuguhi pemandanganan alam telaga sarangan yang eksotik. Selama perjalanan menuju telaga yang berada di ketinggian 1.287 meter di atas permukaan laut itu peserta juga dibuat kagum dengan kecantikan pesona alam bumi Kabupaten Magetan . Keliling Telaga Sarangan dengan motor boat juga disediakan. Dengan harga Rp 10.000,00 kita sudah bisa berkeliling telaga. Tempat wisata belanja juga disediakan untuk para pengunjung terutama peserta membawa buah tangan dari tanah Magetan.
Sebanyak lima kompetisi untuk adu kreativitas mewarnai GP Penegak Pandega Jawa Timur 2011 ini. Kelima lomba itu adalah East Java Karnival, Ayo jadi arsitek, Olimpiade Sains, Scouting Rally, dan Musik Patrol.
Apratama (Arek Pramuka Kota Malang) berhasil membawa pulang tiga juara. Pakaian yang didesain oleh Gasyudha untuk tim putra dan diperagakan oleh Luthi membuat juri terpesona. Isu global warming yang diangkat membuat tim putra berhasil meraih juara tiga. Selain pakaian dalam lomba East Java Karnival, tim putra juga mengantongi juara tiga dalam lomba ayo jadi arsitek. Hujan tak memadamkan semangat kami memenangkan kompetisi ini. Sedangkan panas tidak dihiraukan tim putri sehingga maket tim putri juga berhasil membawa juara dua. Lagu Janger Dari Bali tidak berhasil membawa juara. Sedangkan untuk scouting rally kita kalah di kebenaran melalui rintangan dan mengerjakan soal walaupun waktu kita melintasi semua rintangan adalah yang tercepat. Sedangkan diu olmipiade sains kita gugur di babak ke dua.
Walaupun kami tak banyak membawa juara seperti yang diharapkan, ini semua tak membuat kami putus asa karena kita harus pantang menyerah. Masih banyak kesempatan lain yang bisa diraih. Giat Prestasi Penegak Pandega Jawa Timur ini hanya satu dari sekian banyak kompetisi untuk adu kreativitas. Selain adu kreativitas yang terpenting adalah mempererat persaudaraan dalam wadah pramuka terutama di Jawa Timur terlebih lagi di Kota Malang.(arif)
Brigade Penolong APRADASA
Latihan Bersama Brigade Penolong Kota Malang
Minggu (13/11). Anggota Brigade Penolang Kota Malang SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy). Diundang oleh pelatih Brigade Penolong untuk latihan bersama di Politeknik Kesehatan Malang yang dilatih langsung oleh anggota Tim SAR Kota Malang. Siswa dari SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) yang mengikuti latihan antara lain Yogik Anggara, Gasyudha S.P, M. Udin, Luthfi I, Albertus, dan Tomi M.
Latihan dimulai tepat pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB. Di sana kita mendapatkan pelatihan lapangan. Materi yang diajarkan adalah materi penyelamatan korban secara manual atau pun mekanik. Cara mengevakuasi korban secara manual kita tidak memakai peralatan apapun. Menolong secara mekanik, berarti kita menolong korban dengan bantuan alat-alat mekanik.
Sebelum kita praktek langsung ke lapangan, pertama-tama kita diberi pembekalan materi terlebih dahulu. Setelah pembekalan materi sudah selesai dan juga kita bisa memahami, kita langsung turun ke lapangan untuk praktek. Kita diberi tau cara mengevakuasi yang benar. Praktek yang pertama adalah cara mengevakuasi korban secara manual, mulai dari cara mengangkat korban, cara membopong korban, cara memanggul korban, dan juga cara meletakkan korban kembali. Di sini kami diajari beberapa cara membawa korban mulai dari satu orang yang menolong korban sampai empat orang yang menolong korban. Dan juga kami diberi tau cara membawa korban ketika di medan yang miring, di lorong, dan di medan bebas. Kami melakukan prakteknya secara bergantian supaya kita semua bisa merasakan dan mengerti bagaimana cara untuk mengevakuasi korban secara manual tanpa menggunakan alat apapun.
Latihan mengevakuasi korban secara manual selesai padapukul 12.00. Kita diberi waktu 30 menit untuk ISHOMA. Setelah selesai ISHOMA kami melakukan latihan kembali. Akan tetapi materinya sudah berbeda dari materi yang pertama. Materi kedua adalah bagaimana mengevakuasi korban secara mekanik. Dimateri ini kami ajari mengevakuasi korban dengan menggunakan alat-alat mekanik antara lain : tandu basket, tali karmantel, perusik, pulley, dan lain sebagainya.
Pertama kita diberi cara untuk menggunakan alat-alat tersebut. Karena cara evakuasi ini pertaruhannya adalah nyawa korban apabila kita salah mengambil langkah evakuasi. Evakuasi mekanik dibagi menjadi dua yaitu secara horizontal dan vertikal. Evakuasi secara horizontal biasanya dilakukan di daratanya itu memindahkan korban dari satu tempat ke tempat lain. Evakuasi sevara vertikal biasanya digunakan untuk menaikkan korban atau menurunkan korban dari helikopter atau pun dari tempat tempat tinggi lainnya.
Kita juga diberi tau cara mengikat korban yang benar pada tandu basket, ini digunakan pada saat medan yang miring. Sekitar pukul 14.15 latihan kita selesaikan dan kita melakukan evaluasi bersama. Tepat pukul 14.30 latihan kita akhiri dengan berdoa bersama.(luthfi)








