Kami Siswa-Siswi SMAN 10 Malang berjanji :
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menghayati, mengamalkan serta mengamankan Pancasila dan Undang- U ...Read More
Sabtu, 6 Februari 2010. Seluruh siswa muslim di Asrama Siswa Sampoerna Academy mendapat siraman rohani yang sekaligus penyejuk hati oleh
Guru Pendidikan Agama Islam Bapak Drs. H. Soeg ...Read More
Rabu, 3 Februari 2010. Adalah kami : Christian Timothy Wijaya, Dwi Yanti Aprilia, dan Arian Puji Fajardianto mengalami perjalan panjang menuju Sampoerna Strategic Square, Pengalaman yang ...Read More
Untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup adalah salah satu caranya dengan memelihara tanaman hias. Adalah prinsip "Satu Jiwa Satu Tanaman" diterapkan di SMAN 10 Malang, kegiatan ini meru ...Read More
Kami Siswa-Siswi SMAN 10 Malang berjanji :
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menghayati, mengamalkan serta mengamankan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945.
3. Hormat dan patuh kepada Orang Tua dan Bapak / Ibu Guru.
4. Memegang teguh kedisiplinan, memelihara rasa kekeluargaan, serta selalu menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan sekolah.
5. Meningkatkan ketrampilan serta memiliki rasa tanggung jawab sebagai bekal masa depan.
Senin, 8 Februari 2010. Tepat pukul 7 pagi upacara bendera hari Senin dimulai, dalam sambutannya Bapak Drs. Achmadi Tri Widodo yang bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera pagi ini,
mengulas tentang pentingnya menjunjung tinggi Panca Prasetia Siswa yang diikrarkan oleh seluruh siswa setiap melaksanakan
upacara bendera setiap hari Senin. Upacara diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII beserta seluruh Bapak / Ibu Guru dan Karyawan,
juga Bapak/Ibu Guru PPL dari Universitas Negeri Malang. Di dalam Panca Prasetia Siswa termaktub untuk memegang teguh kedisiplinan dan menjunjung tinggi dan menjaga nama baik sekolah. Karena itu sekolah adalah tempat untuk mendidik dan melatih kedisiplinan siswa
sebagai generasi muda penerus bangsa, dan siswa SMAN 10 Malang baik yang masih belajar di bangku sekolah ini harus menjaga nama baik
sekolah yang kita cintai bersama ini, ataupun sudah lulus dari bangku sekolah ini.
Kepada siswa kelas XII juga disampaikan bahwa dalam menghadapi Ujian Nasional dalam waktu dekat ini harus menyiapkan fisik dan mentalnya
dengan baik. Pak Widodo sapaan akrabnya juga mengajak kepada Bapak / Ibu Wali Kelas XII untuk bekerja sama memberikan dukungan dengan
sepenuhnya dan sebaik-baiknya mempersiapkan anak didik kelas XII dalam menghadapi Ujian Nasional.
Sabtu, 6 Februari 2010. Seluruh siswa muslim di Asrama Siswa Sampoerna Academy mendapat siraman rohani yang sekaligus penyejuk hati oleh
Guru Pendidikan Agama Islam Bapak Drs. H. Soegianto. Kegiatan ini sedianya rutin dilaksanakan untuk menjaga ketersinambungan antara kebutuhan
dunia yaitu pendidikan dan kebutuhan akhirat yaitu hubungan dengan Tuhan Sang Pencipta. Diawali dengan bacaan ayat suci Al-Qur’an diresapi
dengan khusyu’ dan penuh hikmat di hadapan siswa muslim Sampoerna Academy.
Dalam ceramahnya Ustadz H. Soegianto ada beberapa pesan dari ayat suci Al-Qur’an yang telah diperdengarkan di awal, yaitu bahwa ummat muslim
itu harus mendirikan sholat 5 waktu dengan khusyu’, sebagai ummat manusia yang memiliki hubungan horizontal dan vertikal, yaitu hubungan dengan
manusia sesama makhluk dan hubungan dengan Tuhan sebagai Sang Pencipta, sebagai ummat muslim diwajibkan untuk bershodaqoh atau berzakat, hal ini bertujuan untuk membersihkan harta yang kita peroleh dari rezeki tidak halal yang tanpa kita sadari, shodaqoh adalah untuk meningkatkan hubungan tali silaturrahmi antara sesama manusia. Sebagai ummat Islam sudah menjadi fardlu ‘ain untuk menjaga kehormatan pribadinya di hadapan orang lain, terutama bagi kaum muslimah (wanita), salah satu contohnya yaitu menjauhi perbuatan yang menimbulkan fitnah, perbuatan atau kelakuan yang dengan mudah ditunggangi setan (contoh: pacaran). Dan yang terakhir adalah Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk dapat menjaga amanah yang telah diberikan kepadanya,
contohnya adalah menjadi seorang pemimpin, jabatan itu adalah amanah yang harus diemban untuk dijalankan dengan sebaik-baiknya, bukan untuk dimanfaatkan.
Siapapun yang memberikan amanat, sebagai seorang mukmin harus bisa menjaga dan melaksanakan amanat dengan penuh keikhlasan dan tawaddlu’.
Rabu, 3 Februari 2010. Adalah kami : Christian Timothy Wijaya, Dwi Yanti Aprilia, dan Arian Puji Fajardianto mengalami perjalan panjang menuju Sampoerna Strategic Square, Pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami bertiga, Bagi seorang Timmy sapaan akrab Christian Timothy Wijaya karena pagi itu kami sedang bersiap-siap ke sekolah. Tiba-tiba Pak Rato memanggil kami dan mengatakan bahwa kami harus berangkat ke Jakarta pagi itu juga. Kami pun tak tahu akan ada acara apa disana dan lamanya waktu disana kamipun tidak tahu. Segera kami bersiap-siap dan packing hanya dalam waktu 15 menit. Dalam kebingungan dan ketidakpastian kami berangkat dengan senang hati. Sekitar satu jam kemudian kami diantar ke bandara. Ternyata kami berangkat tanpa pendamping. Pukul 08.55 kami take-off dengan pesawat Sriwijaya Air. Selama 1 jam di udara yang itu sangat jarang kami rasakan. Kami tak bisa membayangkan apa yang akan kami lakukan dan hanya bisa berdoa semoga semuanya lancar. Setelah kami sampai di bandara Soekarno Hatta kami dijemput oleh sopir dan langsung diantar ke SSS ( Sampoerna Strategic Square). Kami diantar berkeliling di lantai 27 yaitu kantor staff yang mengurusi tentang Sampoerna Academy. Setelah itu kami makan siang di lantai 30 dan sempat bertemu dengan Pak Putra Sampoerna (pendiri Sampoerna Foundation). Setelah makan siang kami diputarkan film dokumenter tentang Sampoerna Foundation dan Sampoerna Academy. Kami beristirahat sebentar dan pukul 16.30 kami berangkat menuju acara yang bertempat di salah satu Mall di Jakarta. Disana kami bertemu dengan para donor dan calon donor Sampoerna Foundation. Pada acara tersebut Sampoerna Foundation mengadakan promosi untuk menarik para donor baru. Kami menjadi model dan bukti konkrit dari salah satu program mereka yaitu Sampoerna Academy. Pada waktu acara tersebut kami sempat bercengkrama dengan para calon donor. Mereka menanyakan berbagai macam pertanyaan kepada kami. Kami juga menarik para donor untuk berkunjung ke sekolah kami. Pukul 20.30 kami makan malam bersama Pak Eddy dan langsung beristirahat di hotel untuk satu malam. Esok paginya kami harus naik pesawat pukul 07.00. Perjalanan yang melelahkan namun Luarrrr Biasa bagi kami bertiga karena ini adalah kesempatan yang langka bagi kami.
Bagi Prilly sapaan akrab Dwi Yanti Aprliia itu adalah Pengalaman pertama saya mendapat tugas ke Jakarta dari Sampoerna Foundation. Sungguh membanggakan dan tak mungkin dapat terrlupakan, bertemu dengan banyak orang terhormat dan mengunjungi SSS (Sampoerna strategic square). Tempat yang saya impikan untuk dikunjungi. Tapi yang paling menarik adalah naik pesawat terbang dengan teman-teman tanpa pendamping dan kami bisa lebih mandiri.
Lain halnya dengan Arian, Pagi itu tanggal 3 Februari 2010 merupakan perjalanan yang luar biasa bagi kami. Ketika kami sudah hamper siap untuk berangkat tiba-tiba P. Rato memanggil kami dan menyuruh kami untuk segera packing untuk pergi ke Jakarta.
Tak bisa terbayangkan ekspresi kami saat itu. Kaget setengah tidak percaya…. Tetapi apa boleh buat, kami pun menarik nafas panjang dalam-dalam dan sanggup melakukannya. Buku yang semula mengisi tas kami harus dikeluarkan dan diganti dengan peralatan yang akan kami bawa ke Jakarta. Anehnya kami tak mengetahui tujuan dan berapa lama di sana. Dengan waktu Cuma 15 menit kami siap membawa peralatan kami.
Pukul 07.00 WIB kami pergi ke Pangkalan Udara Abd. Saleh di Malang dengan Sriwijaya Air kami mulai “mengepakkan sayap”, pukul 08.55 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 10.00, dijemput P. Rizal ke SSE. Setibanya di sana kami harus pergi ke SSS.
Mata kami terpelotot melihat gedung yang kami datangi. Gedungnya sangat megah, sering kali kami menelan ludah, kami terkagum-kagum setelah mendapatkan kartu visitor kami menuju ke lantai 27 dan disambut oleh P. Eddy. Kami diantar beliau berkenalan dengan staf dan karyawan beliau. Anehnya, mereka menyorot kami apalagi saya, karma mereka sudah mengenal lewat video Sampoerna Academy.
Setelah asyik berkenalan karyawan-karyawan beliau yang sangat ramah, Pak Eddy mengajak kami makan siang. Tanpa kami duga sebelumnya, mata kami terpelotot, mulut kami tak mampu mengucapkan sepatah katapun, tubuh kami bergetar cepat karena di depan kami berdiri seorang yang kami dambakan. Beliulah Bapak Putera Sampoerna. Siapakah yang tak mengenalnya ?. Senang dan bahagia teraduk dan bercengkerama dengan beliau.
Usai makan kami sholat dan kembali di tempat kerjanya P. Eddy, kami diberi brosur tentang profil Putera Sampoerna Foundation. Pukul 16.30 pergi Fx tak jauh dari SSS. Di sana kami bertemu para donator dan calon donator. Begitu kagum hati kami ketika bertemu dengan orang-orang kaya yang peduli dengan kami. Pertemuanku dengan Pak Iskandar dan Bu Mariko semakin dekat. Mereka merasa kagum kepadaku, entah apa yang mereka kagumi. Semakin lama mereka semakin “trenyuh” dengan kami setelah menonton video tentang Sampoerna Academy. Setelah itu kami berbincang-bincang tentang Indonesia kurangnya tenaga ahli di Indonesia karena kurangnya rasa nasionalisme para rakyat Indonesia.
Tak terasa jam menunjukkan pukul 19.30, mereka harus pulang. Bu Mariko mengajakku ke kantornya jika aku bisa kembali ke Jakarta.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup adalah salah satu caranya dengan memelihara tanaman hias. Adalah prinsip “Satu Jiwa Satu Tanaman” diterapkan di SMAN 10 Malang, kegiatan ini merupakan rutinitas yang dilakukan oleh seluruh siswa, contohnya di asrama siswa Sampoerna Academy, siswa harus menjaga dan merawat tanaman yang ditempatkan di pot bunga bertuliskan nama siswa masing-masing. Hal ini bisa diartikan keadaan tanaman hias yang menjadi tanggung jawabnya adalah cerminan dari “Sang Pemilik Tanaman”. SMAN 10 Malang adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, telah memenangkan Juara I Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dan Peringkat 5 untuk lomba lingkungan Toyota Eco Youth Program Tahun 2009. Dengan komitmen mencintai lingkungan untuk menjaga Bumi yang tercinta ini dari kehancuran alam yang permanen, akan menjadi budaya untuk melestarikan lingkungan dengan memilah sampah organik dan anorganik, membuang sampah pada tempatnya, dan berimbas pada kegiatan siswa yang selalu bertemakan lingkungan, salah satu contohnya adalah acara yang telah dilaksanakan oleh ekskul Broadcast dengan mengadakan event “Broadcast Love Earth”. Kegiatan siswa merawat tanaman diterapkan pada pelajaran Muatan Lokal, juga tercantum dalam jadwal kebersihan di asrama dan sekolah, maupun kegiatan per individu yang kesemuanya itu masuk dalam penilaian kegiatan siswa. Sebuah kerja keras untuk mempertahankan penghijauan di SMAN 10 Malang yang notabene adalah Juara I Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Tahun 2008. Perlu adanya saling bahu membahu dari semua komponen warga sekolah untuk kesadaran pelestarian lingkungan di SMAN 10 Malang, hal ini terbukti dengan semua komentar dan pandangan dari para tamu yang berkunjung di SMAN 10 Malang. Sekolah tidak hanya tempat untuk menimba ilmu tapi juga tempat untuk olah rasa yang dituangkan dengan merawat tanaman hias, hal juga menambah kepekaan siswa dalam merespon lingkungan sosial kemasyarakatan yang nantinya menjadi bekal hidup di masa yang akan datang.
Senin, 1 Februari 2010. Sebanyak 24 Mahasiswa PPL Universitas Negeri Malang yang diketuai Muhammad Randy F. (Jurusan Fisika) dan Kharisma Eva Roslia (Jurusan Ekonomi) sebagai Wakil Ketua Mahasiswa PPL diterima di Ruang Perpustakaan SMAN 10 Malang, disambut oleh Wakasek. Akademik, Drs. Nur Ali Akhmad, M.KPd, nantinya ke 24 mahasiswa tersebut akan praktik mengajar Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Ekonomi. Beberapa point penting dalam sambutan Wakasek Akademik yaitu, di SMAN 10 Malang mengaplikasikan Kurikulum Cambridge dan Kurikulum KTSP, sebaiknya para Guru PPL membaur dengan semua guru, karyawan, dan siswa SMAN 10 Malang.
Para mahasiswa akan dibimbing Guru Pamong dari SMAN 10 Malang, yang terdiri dari Drs. Sudibyo, Sunardi S.Pd, Anik Istyowati S.Pd, Hariyadi S.Pd, Putet Bamgang S.Pd, Dra. Sri Ledjariati, dan Dra. Rukijani, yang kesemuanya itu Ibu Dra. Endah Rahmawati sebagai konselornya. Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd sebagai perwakilan Dosen Pembimbing dalam sambutannya disarankan Guru PPL satu ruang dengan guru pamong di ruang mata pelajaran, sehingga mahasiswa PPL bisa belajar banyak dengan guru lain yang sejurusan, hal ini berkaitan dengan intensitas bimbingan dari para guru pamong.
Mahasiswa PPL juga mendapat bimbingan dari Kepala Tata Usaha SMAN 10 Malang Bapak Bambang Sugiono dalam hal administrasi dan kepegawaian sekolah.